KEGIATAN VISITASI PENDAMPINGAN PRODI AKREDITASI C dan Re-AKREDITASI B Pada PRODI S1 dan S2

Program peningkatan mutu, relevansi dan daya saing Program Studi (prodi) di Universitas Pattimura oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam jangka pendek di arahkan pada peningkatan prodi berakreditasi C menjadi akreditasi B, sehingga pada tahun 2016 tidak ada lagi prodi berakreditasi C di Universitas Pattimura.
Dalam jangka panjang (2019) di targetkan 50% prodi di Universitas Pattimura berakreditasi A. Upaya untuk meningkatkan kualitas ini tentunya memerlukan komitmen kuat dari semua pihak, baik upaya membenahi sumberdaya manusia maupun sumberdaya lain dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai serta dana yang cukup.

Pelaksanaan Visitasi

1. Program Studi PPKN

Dari Jadwal yang telah disepakati Senin 20 Oktober 2014, pukul 10.00 WIT, kesiapan prodi menerima visitasi belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Pertemuan tim dengan kaprodi PPKN baru berlangsung sekitar  pukul 11.00 WIT.

  • Penjelasan tujuan pendampingan oleh tim penjaminan mutu
  • penjelasan persiapan dokumen borang dan evaluasi diri oleh Kaprodi
  • Diskusi

Menurut ketua prodi Ny. L.M. Metekohy, SH, M.Pd., prodi PPKN sudah menyiapkan dan mengirim dokumen Borang dan Evaluasi diri serta kelengkapannya ke BAN-PT pada bulan September lalu dan sementara menunggu visitasi oleh Assesor BAN-PT. Beberapa kendala yang di hadapi dan kurang mendukung antara lain:

  • belum tersedianya ruang dosen yang memadai sesuai standar nasional pendidikan.
  • fasilitas dan peralatan pembelajaran tidak cukup tersedia
  • belum lengkap beberapa dokumen pendukung pada tingkat prodi dan tingkat fakultas.

ppkn

Menurut kaprodi, para dosen dan Tim Penyusun Borang, Evaluasi Diri mempunyai komitmen yang kuat agar prodi terjadipeningkatan mutu pembelajaran dan layanan prodi ke depan dan perolehan nilai akreditasi yang lebih baik. Untuk itu, koordinasi dan konsultasi dengan Kantor Penjaminan Mutu guna desk evaluation  dan simulasi auditing akan dijadwalkan.

2. Program Studi Bimbingan dan Konseling (FKIP)

Menurut penjelasan Dekan yang ditemui di kantor dekanat FKIP karena ketua prodi Dr. N Hukubun, M.Pd dan Tim Penyusun Borang, Evaluasi Diri Prodi sedang mengikuti kegiatan di luar kampus hingga tidak dapat menerima kunjungan tim. Hal ini patut disayangkan karena tidak ada konfirmasi balik atas kunjungan yang telah di jadwalkan.
Keberadaan prodi BK ini menurut penjelasan dekan bahwa adanya keinginan perubahan prodi BK menjadi prodi Psikologi, padahal prodi psikologi itu harusnya ada di bawah fakultas psikologi bukan FKIP. Tarik ulur ini menyebabkan belum di mulainya proses penyusunan dokumen akreditasi prodi. Alasan lain adalah sebagian besar staf dosen di prodi BK sudah berpendidikan S2 bidang psikologi bukan BK. Hal-hal ini memerlukan penyelesaian atas beda persepsi tersebut.

3. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP

Dalam hal kesiapan dokumen, menurut Kaprodi Penjaskesrek Dr. J. Syaranamual, SPd, M.Ed., bahwa Dokumen Borang dan Evaluasi Diri Prodi serta kelengkapan lainnya telah di kirim ke BAN-PT pada September 2014 dan menunggu proses visitasi. Prodi ini sudah sangat siap di visitasi dengan kondisi fasilitas dan sarana pendukung yang tersedia apa adanya.

penjas penjas-1

4. Program Studi Bahasa Jerman FKIP

Program studi Bahasa Jerman yang akan re-akreditasi nilai B yang akan daluarsa September tahun 2015 sementara berproses mengumpulkan data bagi penyusunan borang dan dokumen evaluasi diri menurutKaprodi Bahasa Jerman Dr. J. Tomasouw, M.Pd. Prodi ini berharap bahwa proses penyelesaian penyusunan borang dan evaluasi diri prodi sesuai jadwal dan akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kantor Penjaminan Mutu guna simulasi audit internal sebelum tim assesor BAN PT melakukan visitasi.

jerman

5. Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran.

Tim Penyusun Borang dan Evaluasi Diri Prodi Pendidikan Dokter  telah berproses dalam mengumpulkan data. Menurut Kaprodi dr. Farah Ch. Noya, MHPEd, beberapa kendala yang ditemui oleh tim dalam berproses, antara lain:

  • Prasarana dan sarana gedung yang sudah ada dan yang sementara di bangun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, contoh ada ruang belajar di gedung registrasi Lantai 2 dan 3 yang belum teroptimalkan pemanfaatannya di karenakan ada jadwal kuliah yang tidak sinkron dengan praktek hingga hampir seluruh kegiatan proses perkuliahan dilakukan di ruang kuliah kampus PGSD Ambon. Hal ini sangat berpengaruh ketika proses visitasi oleh assesor berlangsung  yang dapat memberi penilaian kurang pada pemanfaatan ruang dan gedung dan sangat mungkin grade nilai akreditasi sebelumnya akan tetap C.
  • Pada proses pembelajaran KBK-PBL memerlukan 8 hingga 12 dosen agar efektif melayani semua semester, tetapi dosen yang tersedia hanya 4 orang yang bekerja full-time sehingga proses PBL tidak berjalan efektif.
  • Pada program profesi dokter, proses Co-Assitence  (co-Ass.) tidak berjalan efektif juga karena kekurangan tenaga dosen dokter spesialis sehingga kelulusan profesi dokter baru dapat terjadi paling cepat bulan Mei 2015, apabila proses akreditasi di lakukan sebelum ada kelulusan maka status akreditasi akan tetap C.
  • Kualitas input mahasiswa baru yang sangat menurun kualitasnya pada penerimaan 2013-2014 dengan IPK rata-rata 2,6 saat evaluasi semester berjalan dan semester lalu. Input yang baik kualitasnya adalah hasil rekuitmen Jalur Mandiri lulusan ranking 1 – 10, sedangkan penerimaan Jalur SNMPTN dan jalur SBMPTN prestasinya di bawah standar IPK  ≤ 2,6.

kedokteran

6. Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik

Tim penyusun dokumen Borang dan Evaluasi Diri prodi Teknik Perkapalan sudah berproses dan terjadwal dan ada komitmen yang kuat dari Kaprodi dan Tim untuk segera menyelesaikan penyusunan dokumen. Kaprodi Teknik Mesin Ir. J. Louhenepessy, ST, MT,  menyampaikan kendala dalam proses penyusunan antara lain, data yang berbeda dari sumber berbeda, hal ini karena belum terselesaikannya penyusunan borang Fakultas dan Evaluasi Diri Fakultas yang menjadi acuan prodi. Diharapkan bahwa penyesuaian data untuk penyusunan dokumen borang dan evaluasi diri dapat teratasi dan dapat di selesaikan tepat waktu yang semula di jadwalkan September ini tertunda ke akhir November 2014.Koordinasi dan konsultasi dengan Kantor Penjaminan Mutu UNPATTI akan dilakukan guna proses pengisian borang dan evdir termasuk kelengkapannya.

teknik-mesin

7. Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik

Sebagaimana prodi Teknik Perkapalan, kejadian serupa dalam proses penyusunan dokumen masih terkendala dengan data untuk disesuaikan. J.M. Tupan, ST, MT. selaku ketua prodi menyampaikan perlunya komitmen dan dukungan di level pimpinan fakultas (Dekan dan Para Dekanat) dalam hal pendanaan prodi agar tujuan prodi khususnya dan fakultas umumnya dapat dicapai.

teknik-industri

8. Program Studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik

Program Studi Teknik Perkapalan sudah membentuk tim penyusun dan sementara mengumpulkan data.
Permasalahan utama pada program studi ini adalah:

  • Sebagian besar staf dosen mengikuti pendidikan S2 yang tidak linear dengan kebutuhan prodinya
  • Dari 30-an staf prodi ini, tersisa 8 staf dengan kualifikasi S2 Teknik Perkapalan.
  • Staf Dosen lain mengikuti pendidikan S2 nya Teknik Sipil, dan pendidikan S2 serta S3 di bidang manajemen pesisir dan atau lainnya yang di nilai tidak linear dengan prodi Teknik Perkapalan.

Permasalahan SDM di prodi ini merupakan kendala utama dalam menyusun dokumen borang dan evaluasi diri karena berpengaruh pada penilaian prodi ybs.sehingga diperlukan intervensi Pimpinan Universtas mengatasi kondisi di Prodi ini sehingga dapat berjalan dengan baik dan memperoleh penilaian akreditasi B.

teknik-perkapalan

9. Program Studi Teknik Sistim Perkapalan

Ketua Program Studi Teknik Sistim Perkapalan Ir. J. Herman, MT, maupun tim penyusun borang dan evaluasi diri prodi  tidak dapat ditemui.
Menurut Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Ir. J. Ruspanah, MT, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa prodi ini belum membentuk tim penyusun borang dan evdir prodi dan belum ada jadwal kerja tim.
Program studi ini belum memiliki hardcopy ijin operasional program studi dan hal ini harus di tindaklanjuti sesegera mungkin guna pengurusan izin operasionalnya apabila prodi ini masih diharapkan dapat beroperasi. Menurut Kaprodi Ir. J.M. Herman, MT., izin operasional Prodi Teknik Sistem Perkapalan sebenarnya sudah keluar berbarengan dengan prodi teknik lainnya,  namun hingga saat ini prodi tersebut belum mendapat hardcopynya karena surat tersebut dikirim melalui web dikti dan akses masuknya menggunakan password yang hanya diketahui oleh staf bagian akademik sdri. R. Apituley, ST yang sementara ini sedang melanjutkan studinya S2  hingga sulit dihubungi.

10. Program Studi Biologi Fakultas MIPA

Program Studi Biologi Fakultas MIPA telah menyusun tim dan jadwal kerja, namun tim belum bekerja secara intens. Hal ini menurut Kaprodi M. Moniharapon, S.Pt, M.Si, bahwa tim penyusun borang dan evdir prodi yang diketuai oleh Dr. C. Seumahu, SSi, M.Si, mengalami beberapa kendala, antara lain:

  • tidak tersedia dana untuk tim, dibandingkan dengan periode sebelumnya yang didanai dengan cukup memadai.
  • Kurikulum prodi belum direvisi dan di selaraskan agar sejalan dengan kurikulum konsorsium biologi secara nasional.
  • Borang fakultas belum di revisi sesuai perkembangan data terbaru.
  • Renstra Fakultas MIPA/Jurusan/Prodi belum di susun berdasar data perkembangan terkini.

Walaupun demikian prodi Biologi tetap berupaya agar dokumen borang dan evaluasi diri prodi dapat di kirim ke BAN-PT awal tahun 2015. Prodi Biologi juga akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan KPM dalam rangka desk evaluation  dan simulasi visitasi.

11. Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian

Prodi Kehutanan merupakan mitra koordinasi dengan KPM UNPATTI dalam proses penyusunan dokumen Borang dan Evaluasi Diri. Kaprodi Kehutanan Ir. Th. Silaya, MP yang selama penyusunan borang senantiasa intens dengan KPM menyampaikan bahwa dalam pengisian dokumen evdir masih dalam proses menunggu penyelesaian penyusunan dokumen evdir fakultas agar dapat disesuaikan datanya.

kehutanan

Dalam perencanaan kaprodi bahwa Dokumen Borang dan Evaluasi Diri prodi serta kelengkapannya dapat dirampungkan pada akhir November 2014 dan akan melakukan simulasi visitasi dan desk evaluation dokumen oleh Kantor Penjaminan Mutu UNPATTI.

12. Program Studi Budidaya Perairan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)

Program studi ini merupakan prodi re-akreditasi nilai B karena  Bulan Februari 2015 adalah batas daluarsa sertifikat BANP-PT nya. Prodi ini telah membentuk tim dan jadwal kerja sampai bulan Desember 2014 dan sedang berproses dalam menyusun dan mengumpulkan data. menurut kaprodi Budidaya Perairan Ir. J.W. Loupatty, M.Si ada beberapa permasalahan yang cukup krusial yang harus di atasi, antara lain:

  • capaian nilai akreditasi B pada akreditasi sebelumnya karena di dukung oleh sarana dan prasarana laboratorium (sea-farming and Hatchery) atas kerjasama dengan instansi perikanan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan dan LIPI yaitu Balai Budidaya Laut dan Balai Budidaya Air Tawar.
  • Untuk mempertahankan mutu nilai akreditasi B atau meningkat menjadi A, berarti harus ada terobosan peningkatan dalam penyediaan fasilitas laboratorium yang sama dengan terdahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan gedung laboratorium yang ada dan dilengkapi dengan peralatan pendukung cukup memadai namun proses dan hasil nya dapat dipertanggunjawabkan secara ilmiah.
  • Permasalahan ketersedian dana juga merupakan utama dalam penyiapan dokumen borang dan evdir pada prodi ini.

13. Program Studi Manajemen Hutan,  Pascasarjana Universitas Pattimura

Program Studi Manajemen Hutan Program Pascasarjana merupakan prodi yang untuk pertama kali di akreditasi. Menurut Ketua Prodi Manajemen Hutan Dr. A. Kastanya, MS telah di bentuk Tim Penyusun yang telah menyelesaikan dokumen borang dan evdir dan juga telah di kirimkam ke BAN-PT berikut kelengkapan dokumen lainnya sebagaimana yang di persyaratkan oleh BAN-PT. Prodi ini tercatat sebagai prodi yang akan di visitasi tahun ini atau awal tahun depan. Dengan kesiapan dokumen pendukung diharapkan prodi ini mendapat nilai yang memadai.

pasca-kehutanan

 14. Program Studi Pengelolaan Lahan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Menurut  Dr. A.J. Jacob, MS, Ketua Prodi Pengelolaan Lahan, bahwa tim penyusun borang dan evaluasi diri sudah memasukkan dokumen borang dan evdir prodi pada bulan Agustus 2014 lalu dan menyiapkan prodi untuk di visitasi pada tahun ini atau awal tahun depan. Tidak di temui kendala yang berarti dalam penyusunan dokumen dalam proses pengerjaannya. Diharapkan hasil visitasi nantinya memperoleh nilai akreditasi B.

pengelolaan-lahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *